Kamis, 24 September 2009

bau_nafasTak hanya sisa –sisa makanan yang terringgal di gigi yang bisa sebabkan bau mulut, tapi juga banyak penyakit lain. Mulai dari penyakit seputar mulut dan tenggorokan hingga gangguan pencernaan. Baigaimana kiat mengatasi bau mulut yang sering mengganggu pergaulan ini ? apakah benar bau mulut bisa jadi pertanda seseorang mengidap penyakit serius ?

Bulan puasa seringkali menjadi alasan mengapa mulut orang berbau. Padahal bau mulut (halitosis) di bulan puasa, lebih disebabkan karena berkurangnya air ludah (saliva) dan kosongnya saluran pencernaan. Teorinya hal ini mengakibatkan suplai oksigen dalam mulut berkurang dan pertumbuhan bakteri anaerob berkembang.

Bakteri anaerob bercampur dengan protein akan membentuk sulfur folatail yang dapat mengakibatkan terjadinya bau mulut. Kalau air ludah encer dan jumlah bakteri dalam mulut sedikit, bau yang muncul tidak parah. Tetapi, jika jumlah bakteri dalam mulut banyak, bau yang muncul akan lebih menyengat.

Tetapi pada umumnya bau mulut seringkali terjadi karena tertinggalnya sisa-sisa makanan yang tidak dibersihkan dalam mulut. Sisa-sisa makanan yang masuk dalam lubang dan sela-sela gigi akhirnya membusuk dan mengeluarkan bau tak sedap. Selain masalah kebersihan , halitosis (bau mulut) juga dapat disebabkan oleh hal-hal lain seperti gigi yang keropos atau rusak akarnya, menggunakan gigi palsu yang tidak dijaga kebersihannya, mengalami tekanan (stress), dan adanya benda asing di hidung ( pada anak-anak) yang lama tidak diketahui

Penyakit yang menyebabkan Bau Mulut
Selain masalah diatas , juga banyak hal lain yang menyebabkan timbulnya bau mulut. Bahkan ada banyak penyakit yang dapat menimbulkan haltosis, seperti infeksi tenggorokan, kanker kerongkongan, sinusitis, tonsilitas ( radang tonsil/amandel)

Selain penyakit yang berhubungan dengan tenggorokan juga ada penyakit lain yang bisa sebabkan bau mulut. Penyakt paru misalnya, infeksi paru atau bronkhitis kronis , radang ginjal juga bisa timbulkan bau mulut . kemudian penyakit sehubungan alat pencernaan seperti diabetes mellitus, penyumbatan usus, gangguan lambung (sakit maag) gangguan lever yang kronis, kanker lambung atau kanker usus dua belas jari, gejala lambung menahun juga bisa sebabkan bau mulut.

Bahkan dahak yang lama tertinggal dalam paru-paru dapat menyebabkan bau busuk di mulut, menderita xerostomia atau mulut kering, juga bagi orang yang sulit buang air besar.

Makan Bawang Dan Jengkol
Selain masalah penyakit , asupan makanan juga punya peranan penting sebabkan bau mulut . makanan seperti bawang merah, bawang putih, petai jengkol, durian ikan, daging, juga berbagai produk susu. Tak ketinggal pula, kebiasaan merokok akan membuat tar dan nikotin bertumpuk, saliva pun berkurang. Sehingga terjadi peningkatan resiko penyakit gusi dan sinus yang ujung-ujungnya bisa menimbulkan bau mulut.

Tak heran jika halitosis sering menjadi tanda adanya penyakit kronis. Apalagi bau mulut ini sudah diidap selama bertahun-tahun. Bau mulut sebagai pertanda penyakit kronis bisa ditandai dengan adanya bau logam, bau asam, atau bau yang tidak biasa ( khas ) pada mulut.

PENGOBATAN
chronic_halitosisLangkah awal untuk mengetahui apakah bau mulut yang terjadi hanya karena kurang menjaga kebersihan atau karena penyakit , penderita musti memeriksakan diri ke dokter . tidak ada salahnya jika meminta dokter gigi untuk memeriksa lebih teliti apakah ada kelainan atau kerusakan gigi dan segera mengobatinya.

Jika belum juga ditemukan masalahnya periksakan ke dokter ahli penyakit dalam karena dikhawatirkan bau mulut menjadi bagian dari kelainan organ dalam tubuh.

0 comments:

Posting Komentar

Feel Free to Comment this post

Subscribe to RSS Feed Follow me on Twitter!