Tampilkan postingan dengan label curahan hati. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label curahan hati. Tampilkan semua postingan

Rabu, 02 April 2014


02.30 Subuh, namun sepasang mata ini tak kunjung lelah. Ada sesuatu, ada hal yang kini sedang kubayangkan. Sebuah tempat yang kunamai "Negeri Impian". 
Karena memang disanalah segala impian akan terwujud.

Hanya satu cara tuk memasuki gerbang negeri itu. Kamu harus melewati sebuah lingkaran cahaya putih yang bersinar terang, ia terletak di sebuah hutan tak jauh dari rumahku. Setelah masuk, kamu akan melihat sebuah danau yang sangat indah berwarna biru. Disana disediakan sampan untuk menyeberang menuju pusat negeri impian.

Sepanjang perjalanan kamu akan melihat hal-hal yang belum pernah kamu lihat sebelumnya
Ahh.. betapa indahnya negeri itu.Segala keinginan bisa terwujud. Tinggal pilih harapan sebanyak yang kamu mau. Semua harapan berterbangan begitu saja di udara. Dan ketika kamu mengambilnya, lalu harapan itu langsung terwujud dalam hitungan detik. Tring! ;-)
Namun tentu saja, ada syarat yang harus dipenuhi dulu untuk memasuki negeri itu. Hanya orang-orang yang hatinya berbaik sangka, tak ada dengki dan tak pernah putus asa terhadap rahmat Tuhanlah yang bisa memasuki negeri impian itu :-)

Laut biru bergemuruh
Desir angin menembus tulang
Camar camar cantik menukik gelisah
Menyentuhkan sayapnya pada dinding ombak

Terdengar tapak berkecipak dari pelana perak
Perkasanya langkah membelah alam
Menuntun sang puteri
Menuju ke negeri impian ...


Sungguh, tak ada lagi yang kutunggu selain datangnya bulan Juni 2014.
Bukan tak sabar,atau tergesa. Aku hanya ingin tenang, aku ingin melepas beban yang selama ini asik dan bersantai ria di hati dan pikiranku.
Lelah aku menanti waktu ini tiba. Setelah beberapa kali pengunduran, setelah berulang-ulang revisi waktu dan lain-lain. Aku hanya berharap Tuhan kan permudah jalannya,prosesnya,juga dimantapkan hatiku dan hatimu.
Bulan Juni,bulan dimana sang penghulu berkata "sah!" sebagai tanda halalnya sebuah hubungan antara seorang lelaki dengan wanitanya. 
Bulan dimana keberkahan dari Allah kan menyambut bagi siapa saja yang menikah, InshaAllah
Ahh indahnya.. waktu... bawalah aku ke bulan Juni.

Selasa, 11 Maret 2014

Kau memang jauh.
Begitu jauh hingga aku tak dapat sedikitpun memandang atau menyentuhmu.
Sekalipun, belum pernah aku mendapatimu dalam wujud nyata..

Selain sebingkai gambar dirimu yang bertengger abadi disudut kamar, tak ada lagi yang kupunya. Setiap kali aku berada disana,aku tersiksa karena mataku tak pernah ingin melepas pandangnya dari fotomu.

Namun selama apapun mataku memandang, foto itu tak pernah tersenyum padaku, 
tak pernah balik memandangku, dan kau... kau terlihat angkuh seakan kau pemenangnya.
Sementara aku si pecundang yang pemimpi.

Baiklah, aku pecundang.
Bertahun-tahun memimpikanmu, namun tak pernah mendapatkan satu tatapanpun darimu.
Biarlah.. siapa yang tau saat ku tertidur, diam2 kamu memperhatikan ku dengan tatapan rindu. 

Ah...lihat..lagi-lagi aku bermimpi..

***

Sapardi Djoko Damono merupakan maestro puisi yang sangat handal, puisi-puisi nya begitu menyentuh dan dengan kata-kata yang sederhana namun mampu memiliki arti yang dalam.

Beliau lahir di surakarta 74 tahun silam tepatnya 20 maret 1940.
Buku puisinya yang
pertama adalah duka-Mu abadi (1969), yang terbaru Kolam (2009). Hujan Bulan Juni
diterbitkan bersamaan waktunya dengan Mata Jendela . Selain oleh buku-buku puisi , Sapardi
Djoko Damono juga terkenal karena
Musikalisasi Puisi-puisi nya. Yang terkenal terutama adalah oleh Reda Gaudiamo dan Tatyana (tergabung dalam duet "Dua Ibu").
Ananda Sukarlan pada tahun 2007 juga
melakukan interpretasi atas beberapa karya
SDD. ( wikipedia)

AKULAH SI TELAGA
Oleh : Sapardi Djoko Damono

akulah si telaga: berlayarlah di atasnya;
berlayarlah menyibakkan riak-riak kecil yang menggerakkan bunga-bunga padma;
berlayarlah sambil memandang harumnya cahaya;
sesampai di seberang sana, tinggalkan begitu saja
-- perahumu biar aku yang menjaganya

Perahu Kertas,
Kumpulan Sajak,1982.

ANGIN, 1
Oleh : Sapardi Djoko Damono

angin yang diciptakan untuk senantiasa bergerak dari sudut ke sudut 

dunia ini pernah pada suatu hari berhenti ketika mendengar
suara nabi kita Adam
menyapa istrinya untuk pertama kali,
"hei siapa ini yang mendadak di depanku?"
angin itu tersentak kembali

ketika kemudian terdengar jerit wanita

untuk pertama kali, sejak itu ia terus bertiup tak pernah menoleh lagi

-- sampai pagi tadi:
ketika kau bagai terpesona

sebab tiba-tiba merasa seorang diri 

ditengah bising-bising ini tanpa Hawa

Perahu Kertas,

Kumpulan Sajak, 1982.

ANGIN, 2

Oleh : Sapardi Djoko Damono

Angin pagi menerbangkan sisa-sisa unggun
api yang terbakar semalaman.
Seekor ular lewat, menghindar.
Lelaki itu masih tidur.
Ia bermimpi bahwa perigi tua yang tertutup
ilalang panjang
di pekarangan belakang rumah itu tiba-tiba berair kembali.

Perahu Kertas,
Kumpulan Sajak, 1982.

AKU INGIN
Oleh : Sapardi Djoko Damono

Aku ingin mencintaimu dengan sederhana
dengan kata yang tak sempat diucapkan kayu
kepada api yang menjadikannya abu
Aku ingin mencintaimu dengan sederhana
dengan isyarat yang tak sempat disampaikan
awan kepada hujan yang menjadikannya tiada

ANGIN, 3
Oleh : Sapardi Djoko Damono

"Seandainya aku bukan ......
Tapi kau angin!
Tapi kau harus tak letih-letihnya beringsut dari sudut ke sudut kamar,
menyusup celah-celah jendela, berkelebat di pundak bukit itu.
"Seandainya aku . . . ., ."
Tapi kau angin!
Nafasmu tersengal setelah sia-sia
menyampaikan padaku tentang
perselisihan antara cahaya matahari dan warna-warna bunga.
"Seandainya ......
Tapi kau angin!
Jangan menjerit:
semerbakmu memekakkanku.

Perahu Kertas,
Kumpulan Sajak, 1982.

YANG FANA ADALAH WAKTU
Oleh : Sapardi Djoko Damono

Yang fana adalah waktu.
Kita abadi: memungut detik demi detik, merangkainya seperti bunga
sampai pada suatu hari
kita lupa untuk apa.
"Tapi, yang fana adalah waktu, bukan?" tanyamu.
Kita abadi.

Perahu Kertas,Kumpulan Sajak, 1982.

BERJALAN KE BARAT WAKTU PAGI HARI
Oleh : Sapardi Djoko Damono

waktu berjalan ke barat di waktu pagi hari
matahari mengikutiku di belakang
aku berjalan mengikuti bayang bayangku
sendiri yang memanjang di depan
aku dan matahari tidak bertengkar tentang siapa di antara kami
yang telah menciptakan bayang-bayang
aku dan bayang-bayang tidak bertengkar
tentang siapa di antara
kami yang harus berjalan di depan

BUNGA, 1
Oleh : Sapardi Djoko Damono
(i)
Bahkan bunga rumput itu pun berdusta.
Ia rekah di tepi padang waktu hening pagi terbit;
siangnya cuaca berdenyut ketika nampak sekawanan gagak
terbang berputar-putar di atas padang itu;
malam hari ia mendengar seru serigala.
Tapi katanya, "Takut? Kata itu milik kalian saja, para manusia. Aku
ini si bunga rumput, pilihan dewata!"
(ii)
Bahkan bunga rumput itu pun berdusta.
Ia kembang di sela-sela geraham batu-batu
gua pada suatu pagi,
dan malamnya menyadari bahwa tak nampak
apa pun dalam gua
itu dan udara ternyata sangat pekat dan tercium bau sisa bangm
dan terdengar seperti ada embik terpatah dan ia membayangkan
hutan terbakar dan setelah api ....
Teriaknya, "Itu semua pemandangan bagi
kalian saja, para
manusia! Aku ini si bunga rumput: pilihan dewata!"

Perahu Kertas,Kumpulan Sajak, 1982.

BUNGA, 2
Oleh : Sapardi Djoko Damono

mawar itu tersirap dan hampir berkata jangan
ketika pemilik
taman memetiknya hari ini; tak ada alasan
kenapa ia ingin berkata
jangan sebab toh wanita itu tak mengenal
isaratnya -- tak ada
alasan untuk memahami kenapa wanita yang selama ini rajin
menyiraminya dan selalu menatapnya dengan
pandangan cinta itu
kini wajahnya anggun dan dingin,
menanggalkan kelopaknya
selembar demi selembar dan membiarkannya
berjatuhan
menjelma
pendar-pendar di permukaan kolam

Perahu Kertas,Kumpulan Sajak, 1982.

BUNGA, 3
Oleh : Sapardi Djoko Damono

seuntai kuntum melati yang di ranjang itu
sudah berwarna coklat
ketika tercium udara subuh dan terdengar
ketukan di pintu
tak ada sahutan
seuntai kuntum melati itu sudah kering:
wanginya mengeras di
empat penjuru dan menjelma kristal-kristal di
udara ketika
terdengar ada yang memaksa membuka pintu
lalu terdengar seperti gema "hai, siapa
gerangan yang telah
membawa pergi jasadku?"

Perahu Kertas,Kumpulan Sajak,
1982.

HUJAN BULAN JUNI
Tak ada yang lebih tabah
Dari hujan bulan juni
Dirahasiakannya rintik rindunya
Kepada pohon berbunga itu
Tak ada yang lebih bijak
Dari hujan bulan juni
Dihapuskannya jejak-jejak kakinya
Yang ragu-ragu di jalan itu
Tak ada yang lebih arif
Dari hujan bulan juni
Dibiarkannya yang tak terucapkan
diserap akar pohon bunga itu(1989)

DALAM DIRIKU
Dalam diriku mengalir sungai panjang,
Darah namanya;
Dalam diriku menggenang telaga darah,
Sukma namanya;
Dalam diriku meriak gelombang sukma,
Hidup namanya!
Dan karena hidup itu indah,
Aku menangis sepuas-puasnya (1980)

Tiba-Tiba Malam pun risik
tiba-tiba malam pun risik
beribu Bisik
tiba-tiba engkau pun lengkap menerima
satu-satunya Duka
Di Atas Batu
ia duduk di atas batu dan melempar-
lemparkan kerikil ke tengah kali…
ia gerak-gerakkan kaki-kakinya di air
sehingga memercik ke sana ke mari…
ia pandang sekeliling :
matahari yang hilang – timbul di sela goyang
daun-daunan,
jalan setapak yang mendaki tebing kali,
beberapa ekor capung
— ia ingin yakin bahwa benar-benar berada di sini

Perahu Kertas,
Kumpulan Sajak, 1982.
~*Sapardi Djoko Damono*~

Percakapan Malam Hujan
Hujan, yang mengenakan mantel, sepatu
panjang, dan payung, berdiri di samping tiang listrik.
Katanya kepada lampu jalan,
“Tutup matamu dan tidurlah. Biar kujaga malam.”
“Kau hujan memang suka serba kelam serba gaib serba suara desah;
asalmu dari laut, langit, dan bumi;
kembalilah, jangan menggodaku tidur.
Aku sahabat manusia. Ia suka terang.”
~*Sapardi Djoko Damono*~
[Hujan Bulan Juni, 1973]

Bunga-Bunga di Halaman
mawar dan bunga rumput
di halaman: gadis yang kecil
(dunia kecil, jari begitu
kecil) menudingnya…
mengapakah perempuan suka menangis
bagai kelopak mawar; sedang
rumput liar semakin hijau suaranya
di bawah sepatu-sepatu…
mengapakah pelupuk mawar selalu
berkaca-kaca; sementara tangan-tangan lembut
hampir mencapainya (wahai, meriap rumput di tubuh kita)…
~*Sapardi Djoko Damono*~
[1968]

Kisah
Kau pergi, sehabis menutup pintu pagar sambil sekilas menoleh namamu sendiri yang tercetak
di plat alumunium itu…
Hari itu musim hujan yang panjang dan sejak itu mereka tak pernah melihatmu lagi…
Sehabis penghujan reda, plat nama itu
ditumbuhi lumut sehingga tak bisa terbaca lagi…
Hari ini seorang yang mirip denganmu nampak
berhenti di depan pintu pagar rumahmu,
seperti mencari sesuatu…
la bersihkan lumut dari plat itu, Ialu dibacanya namamu nyaring-nyaring.
Kemudian ia berkisah padaku tentang pengembaraanmu..
~*Sapardi Djoko Damono*~
Perahu Kertas,
Kumpulan Sajak, 1982.

Hatiku Selembar Daun
Hatiku selembar daun melayang jatuh di rumput;
nanti dulu, biarkan aku sejenak…
Terbaring di sini;
ada yang masih ingin kupandang,
yang selama ini senantiasa luput;
Sesaat adalah abadi sebelum kausapu tamanmu setiap pagi…
~*Sapardi Djoko Damono*~

Pada Suatu Hari Nanti
Pada suatu hari nanti
jasadku tak akan ada lagi…
tapi dalam bait-bait sajak ini
kau tak akan kurelakan sendiri…
Pada suatu hari nanti
suaraku tak terdengar lagi…
tapi di antara larik-larik sajak ini
kau akan tetap kusiasati…
Pada suatu hari nanti
impianku pun tak dikenal lagi…
namun di sela-sela huruf sajak ini
kau tak akan letih-letihnya kucari…
~*Sapardi Djoko Damono*~

Senin, 10 Maret 2014

"Bunga manapun, tak pernah lebih indah dari dirimu, terlebih saat kamu tersenyum" Katamu di suatu pagi saat bulu-bulu bunga dandelion indah berterbangan. Melewati kita, bahkan menyentuh pipi dan tangan kita.
Kusembunyikan senyum dan bahagia itu. Ingin rasanya melabuhkan rasa bahagia ini lewat sebuah pelukan, namun waktu belum mengizinkan.

Akan kutunggu hingga saatnya tiba, ya sebentar lagi :)

Sabtu, 08 September 2012


wahai adam,
wanita punya hati bukan utk kau lukai
mereka menagih cinta suci minta dikasihi

wahai adam
wanita punya keindahan bukan sekedar perhiasan
mereka amaran dalam tingkahmu membelai iman

wahai adam
wanita punya emosi bukan untuk dimanjakan
mereka membawa maruah untuk kau pertahankan

wahai adam
wanita punya jasad bukan pelampias nafsumu
mereka aset mulia demi menjaga nasabmu

wahai adam
wanita punya tingkah bukan untuk kau takuti
mereka dilengkapi jiwa selayaknya kau hormati

wahai adam
wanita punya hidup bukan untuk disia-sia
mereka itu lapangan permai bagimu menabur jasa

wahai adam
jika engkau penyambung warisan junjungan Baginda, pimpinlah wanitamu dijalan hasanah mengharap Ridho-Nya

Kamis, 31 Mei 2012

Gemercik hujan yang lembut menggugah hatiku untuk membenamkan diri di dalam hangatnya selimut dari bulu rusa nan nyaman malam itu,
Diiringi sayup-sayup lagu Just a kiss dari radio tape, aku memejamkan mata, membukanya lagi dan memandang sekeliling kamar.



Ahh..tak ada siapapun..Aku sendirian..hanya sendiri..
Saat-saat itulah aku menikmati waktuku sendiri. Berkhayal apapun yang membuatku bahagia, tersenyum lalu sadar bahwa aku harus bangun dari kahayal panjangku. Melupakan indahnya masa lalu, dan membuat kenangan baru yang lebih indah. Akupun belum tahu akan membuatnya dengan siapa. Namunaku percaya,dengan siapapun itu nanti, pasti dialah yang terbaik. Dia yang akan merealisasikan segala mimpiku selalama ini :)


Begitulah cara hujan menghapus lukaku
Lewat nyanyiannya.. Lewat gemerciknya..



Lihat ...
Sang dewi menangis
Tak ada lagi yang mau memperhatikan bintang
Untuk menemaninya bernyanyi
Mungkin karena deru
hujan
Membuat nada-nada indah menjadi percuma
Menyembunyikan semua yang bisa terdengar
Setiap rintihan dan nyanyian, sudah dilahap gemuruh halilintar
Dalam gigilnya, sang dewi memanggil
Mempertanyakan mengapa tak ada kehangatan 



Bandung, 30 Mei 2012
(Malam yang dingin,ketika gerimis berjatuhan dengan indahnya diatas atap kamarku)

Senin, 28 Mei 2012







Tak semua moment masa lalu dalam hidup kita itu menyedihkan :P
Contohnya kisah masa kecilku bersama papa saat aku masih berusia 4-5 tahun.

Aku begitu dekat dengan Papa, sedangkan mama lebih sering menghabiskan waktunya untuk memasak, mengurusi rumah dan adik2nya yang masih kuliah saat itu. Karena itu,sejak kecil aku lebih dekat dengan papa. Papa lah yang paling mengerti bagaimana aku tumbuh. Walaupun mama juga sebetulnya mengambil andil yang sangat besar. Namun aku lebih terbuka kepada papa :)

Sejak kecil aku sangat suka membaca buku cerita, atau dibacakan cerita sebelum tidur. Aku suka berimajinasi. Itu membuatku bahagia dan bersemangat :D
Maka setiap weekend,papa mengajakku ke toko buku. Aku selalu berteriak kegirangan saat papa menyuruhku mandi dan berkata "Cepetan mandi dulu..Nanti kita ke toko buku ya :)"
Aiiih senangnyaa :p ehehehehe

Selain gemar membaca,Papa bilang, sejak kecil aku juga sangat suka memainkan alat musik. Ya, aku memang suka apapun yang menghasilkan keindahan. Dari seringnya membaca,maka aku tertarik untuk menulis sesuatu yang indah. Dari mendengarkan lagu,aku tertarik untuk memainkan alat musiknya :)

5 Maret 1996, di hari ulang tahunku yang ke 5, inilah ulang tahun yang tak bisa dilupakan :)
Pagi itu,papa datang ke kamarku dengan membawa bungkusan kecil dan berbentuk persegi panjang.Masih jelas ku ingat,bungkusan itu berwarna merah muda,ada bintang2nya dan diatasnya terdapat pita kecil yang sedikit berantakan. Ahh..mungkin papa yang membusngkusnya sendiri.hehe "Apa yaa isinyaa?? alat tulis?atau apa ya???" Aku mencoba menerka apa isinya.
"Naah.. sekarang buka ya" Kata papa sembari menyodorkan bungkusan itu padaku. Aku segera mengambilnya dari tangan papa dan cepat2 membukanya,saking penasarannya aku sampai lupa mengucapkan terimakasih. hehe maaf ya paah :p

Sebuah benda berbentuk persegi panjang,berwarna hitam mengkilap dan terdapat lubang2 kecil di pinggirannya.
Ya! Harmonika :)
Awalnyaaku bingung..kok papa menghadiahi aku harmonika. Sedangkan aku sama sekali belum tau cara memainkannya. Apalagi saat itu aku masih terbilang sangat kecil untuk mempelajari alat musik ini. Tapi papa bilang, aku pasti bisa ! :D
Maka setiap pagi aku berusaha keras untuk memainkannya.Papa terlihat sangat senang aku mau belajar sesuatu yang baru. Ya mungkin dengan cara itulah papa mendidikku agar aku mau mempelajari hal baru sampai aku bisa sama sekali :)


Harmonika kecil itu masih tersimpan baik hingga kini.
Karena harmonika kecil dan didikan yang papa berikanlah yang akan aku kenang hingga nanti. Hingga aku tua nanti :)

i Love u Papa :* <3

Kamis, 24 Mei 2012



Cinta adalah akad dan pernikahan…
Cinta adalah airnya kehidupan bahkan ia adalah rahasia kehidupan…
Cinta adalah kelezatan ruh, bahkan ia adalah roh kehidupan…
Dengan Cinta…
menjadi terang semua kegelapan…
akan cerah kehidupan…
akan menari hati…
dan akan bersih qalbu…
Dengan cinta semua kesalahan akan dimaafkan…
Dengan cinta semua kelalaian akan diampunkan…
Dengan cinta akan dibesarkan makna kebaikan…
Kalaulah bukan kerana cinta…
Maka tidak akan saling meliuk satu dahan dengan dahan lainnya,
Kalaulah bukan kerana cinta…
Tidak akan merunduk rusa betina kepada jantannya,
Tidak akan menangis tanah yang kering terhadap awan yg hitam,
Dan bumi tidak akan tertawa terhadap bunga pada musim semi…
Ketika cinta hampa dalam kehidupan…
Maka jiwa akan sempit dan terjadilah pertikaian dan perselisihan…
Ketika cinta telah hilang…
Maka akan layu bunga…
Akan padamlah cahaya…
Akan pendeklah usia…
Akan kering danau dihutan belantara…
Dan akan silih berganti datang penyakit dan sengsara…
Kalau cinta telah sirna…
Tatkala itulah lebah meninggalkan bunga…
Tatkala itu burung pipit meninggalkan sarangnya…
Tatkala itu lah kutilang tidak hinggap lagi pada pucuk cemara…
Sekiranya lautan mempunyai pantai…
Dan sekiranya sungai mempunyai muara…
Maka lautan cinta tidak berpantai…
Dan sungai cinta tidak bermuara…




21 Oktober pagi, 2011

Hawa dingin menyelinap melewati celah2 dinding rumah yang mulai rapuh,diikuti mentari yang semakin lama semakin bersembunyi di balik awan kelabu. Menambah mendung dan dinginnya'wajah'pagi ini.Sementara itu, jari2 kakiku yang kedinginan masuk kembali ke dalam kehangatan selimut yang menutupi seluruh tubuhku.

Terdengar sayup2 lagu lama yang membawaku pada masa itu,masa kecilku. Yah, masa2 yang penuh tawa dan teriakan2 riang dari teman sebayaku pada masa itu. Ada seulas senyum di bibirku pagi ini, hmm betapa senangnya mengenang masa2 itu. Hanya bermain, berlarian kesana kemari, menonton film kartun,dan saat itu aku sempat berharap ingin cepat menjadi dewasa.Aku berfikir 'saat dewasa nanti, pasti akan lebih banyak lagi petualangan yang seru".

Dan Tuhan mengabulkan harapanku. Kini aku telah dewasa. Gadis kecil yang lugu, kini telah tumbuh menjadi wanita yang telah menginjak usia kepala 2. Ohh dan harapanku tak sesuai mimpi masa kecilku. Petualangan seru seperti yang ada di dalam dongeng 'Puteri Salju yang menemukan pangeran berkuda putih dan memiliki happy ending ever after' ternyata tidak pernah ada :D . . yang ada hanyalah cobaan2 berat yang kerap kali membuat dahiku berkerut, bibirku manyun, dan air mata yang sudah tak terhitung lagi jumlahnya.Namun aku tau, Tuhan ingin membuat aku kuat dan lebih bijak memandang hidup dengan cara ini. And this is the real of life!

Yah, kini aku hidup di dunia nyata. selamat tinggal dunia mimpi, selamat datang dunia nyata!

Mau tak mau, aku akan siap menghadapi apapun juga. Karena meski berat, aku tak pernah sendiri. Orang tuaku, teman2ku, dan seseorang yang special dihidupku kini, selalu ada untukku. Menuntunku menuju kebahagiaan melalui jalan Tuhan :)

Dan pagi ini, aku bersyukur. Bahwasanya aku masih mampu tersenyum dan memiliki kesempatan untuk mengambil pelajaran sebanyak2nya dari hidup ini, dan memperbaiki diriku untuk kebahagiaanku,lewat ridha Nya :)

Selamat pagi!

Selasa, 08 Mei 2012

 
 
 
Melangkah ditemani  Cygnus di atas sana,dengan sebuah rasa yg selalu ada untukmu, aku tau di ujung hatimu, kau pun memikirkan aku, ah sudahlah, jangan resahkan aku, yang penting bahagia untukmu selalu kasihku ...


-  FIN -

Biar bintang tak datang
kuyakin hatiku hanyalah untukmu

walau bintang menghilang
ku sampaikan salam sayangku untukmu

meski mungkin aku yang harus pergi
tak apa tanpa harus ku mengerti


biar aku melangkah
menemani bintang menerangi malam
jangan resahkan aku
yang penting bahagia untukmu selalu kasihku

~ Bintang : Kahitna ~

Jumat, 04 November 2011



For you I would climb
The highest mountain peak
Swim the deepest ocean
Your love I do seek.

For you I would cross
The rivers most wide
Walk the hottest desert sand
To have you by my side.
For you are the one
Who makes me whole
You've captured my heart
And touched my soul.

For you are the one
That stepped out of my dreams
Gave me new hope
Showed me what love means.

For you alone
Are my reason to live
For the compassion you show
And the care that you give.

You came into my life
And made me complete
Each time I see you
My heart skips a beat.

For you define beauty
In both body and mind
Your soft, gentle face
More beauty I'll ne'er find.

For you are the one
God sent from above
The angel I needed
For whom I do love.





Pena menghunus,,
beri noktah dalam lembar kehidupan,,
tercabik oleh rangkaian kata tak berputus,,
penuh sesak akan gambaran ronamu yg menawan,,


sajak berbondong jejali otak,,
mengalir lembut tanpa congkak,,
semua berakar dari sebayang paras,,
paras yg tak selipkan sedikitpun kontras,,


tenang mengawang di galaksi hati,,
tlah ku yakini kau tuk disisi,,
kau sudutkan simpul manis disela bibirmu,,
pertegas ketukan palu yg tlah bertalu,,


akanku jelajahi taman hatimu,,
akanku titipkan rindu dinafasmu,,
agar parasmu tak hanya sebuah bayang,,
agar angan ini tak melayang.


With Love :)

Sabtu, 22 Oktober 2011

Banyak hal yang bisa mengingatkan aku padamu :)
Bahkan terlalu banyak. Meski Jarak beribu ribu mil antara aku dan kamu memisahkan, tapi hatiku milikmu,dan hatimu milikku. Itulah sebabnya aku selalu merasa dekat denganmu. 

Sering aku merasa cemburu, ketika aku berfikir, seandainya ada orang lain yang mampu membuat kamu bahagia lebih dari yang aku lakukan untukmu. Aku memang bukan yang tercantik, terpintar, terbaik, tapi aku yakin, tidak akan pernah ada yang mampu menyayangi kamu seperti aku.

Di sela sela waktumu yang tak banyak untukku, aku hanya memintamu 5 atau 10 menit saja :). Tolong ingat kembali saat saat aku membuatmu tersenyum :). Tidak sering,memang..Namun aku telah mencoba yang terbaik. 

Taukah kamu,  saat aku mendengarkan lagu ini dan memahami isi dari lagunya, aku selalu teringat kamu, selalu tertawa sendiri, bahkan membuat aku rindu kamu . Lagu ini juga lagu kesukaanmu . Kamu bahkan memutar lagu ini 6-7 kali sebelum kamu tidur :p


( Umayr's Favorite Song)


Tunggu! ada satu lagi! :D
Satu lagu yang membuat kita dekat satu sama lain di awal perkenalan kita :)
Lagu yang selalu kamu nyanyikan " you'll be the prince, and i'll be the princess. It's a love story, Baby just say Yes" :)

Yeah! Taylor Swift - Love story
Here We Go :D **********************************************








Minggu, 10 Juli 2011

Apa lagi?
Belum cukup merampas semua yang ada di hidupku?!!!
Belum pernah aku merasa sesakit ini. Apa memang kalian tak pernah menginginkan aku tersenyum?!

Bagiku, kebebasan dan kebahagiaan hanya akan menjadi mimpi. And forever dreams !
Bagian hidupku yang mana lagi yang akan kalian rampas nanti? Bagian hatiku yang mana lagi yang akan kalian lukai?!

Aku sudah cukup sabar menghadapi semua. Bukan satu dua hari kalian memperlakukan aku seperti ini?
Tapi seumur hidupku.. Selalu kalian ambil apa yang seharusnya menjadi milikku. Apakah tak pernah ada rasa kasihan, apakah tak pernah memikirkan bagaimana aku merasakan semua ini. Sampai kapan keegoisan ini terus ada?! Kalian mengatur dan mendikte aku sampai aku tak punya pilihan. Apakah kalian akan mengatur juga, bagaimana cara aku mati nanti? mati berdiri, mati kelaparan, atau mati tak punya kebebasan?!

Aku hanya ingin memilih . .
Apakah berlebihan?
Kalau aku boleh memilih, tentu aku tak ingin sedih ini datang lagi. Siapa sih yang mau merasa sedih, tentu tidak ada bukan? Tapi mungkin saat ini adalah saat bagi ku untuk merasakan kesedihan ini. Walau dengan sedikit rasa yang tidak menyenangkan, aku tetap akan menerima kesedihan ini sebagai nikmat lain pemberian Tuhan, Allah SWT kepada ku.

Bila ada yang bertanya penyebab dari kesedihan ini, maka aku sama sekali tidak akan dapat memberi jawaban. Karena aku memang tidak tahu. Ia datang begitu saja, tepatnya pagi tadi saat aku bangun dari tidur malam ku. Aku merasa kekosongan hati yang sangat mendalam. Aku tak mampu untuk melukiskan perasaan ku saat itu. Airmata ku tiba-tiba saja mengalir.Di saat yang bersamaan aku mendengar suara kumandang azan subuh dari luar kamar ku. Tak menunggu lama, aku lalu menuju ke kamar mandi untuk membersihkan diri dan menghadap-Nya, dan mungkin aku juga ingin mengadu tentang kesedihan yang saat itu sedang aku rasa. Untuk mencari sedikit pengobat hati.

Hati ku sedih sekali. Mengapa aku harus menangis lagi. Padahal aku pernah berjanji untuk tidak menagis lagi. Aku berjanji untuk tetap kuat menghadapi segala cobaan hidup ku. Ku tak ingin ada airmata lagi. Namun hari ini, hatiku benar-benar ingin menangis. Biarlah, mungkin ini adalah tangis ku yang terakhir.

Kuharap.......

Selasa, 26 April 2011



Sore ini hujan tak mau berhenti turun dari langit.
Padahal aku berencana untuk mengunjungi Cisa. 
Dia sahabatku, kakakku, saudaraku, segalanya :)
Hampir 4 bulan aku tidak bertemu dengannya.

Kangen :)
Dan akupun nekad datang ke carrefour
Menemui dia yg sedang bekerja disana :)
Hujan membasahi kepalaku. Aku merasa sedikit pusing 
Ah.. biarlah..yg penting aku bisa bertemu dengannya


Tapi... aku belum bilang akan datang kesana :)
Psst... ini kejutan! hahaha


Sampai di Carrefour,
Aku memilih masuk lewat pintu khusus pegawai
Menapaki anak tangga
satu demi satu
Masih terasa kenangan itu
Masih terdengar derap langkah itu
derap langkah saat kita semua bersama2 melewati jalan itu
Dan.. aku sampai ke lantai dua


Hahaha aneh rasanya
mau bertemu teman2 lama, rasanya malah deg2an
Dengan langkah pasti aku menuju tempat kerja cisa dan teman2 lain


1 langkah..
2 langkah..
7 langkah..


"mel?! meelllll!!!!"
Cisa memelukku sambil memandangku tak percaya
Dia tak berkata apa2 lagi. Hanya menangis.. memelukku dan tak melepaskannya
sampai teman2 lain datang,dan bergantian memelukku.
Teh Yanti,Vian,Pipi,A opik,A widi, Teh Lise,Jojo :)


Aku terharu.. tapi aku mencoba untuk tidak menangis
Saat itu perasaanku tak bisa dilukiskan dengan kata
Bahagia,merasa disayang..terharu...semua jadi satu


Aku berada cukup lama disana
Kita sempat makan bersama, bercanda bersama
Dan selama itu,Cisa tak pernah melepaskan genggaman tangannya padaku
"mel, Cisa syg bgt sama mel ih.kamu tuh adik cisa!" katanya sambil memelukku lagi


Ya Tuhan, dia cuma orang lain.
Tapi kasih sayangnya padaku begitu besar
Terima kasih teman2
Mel sayang kalian semua :)


Teh Cisa, 8 Mei 2011 mau merried :)
mel sama mamah pasti dateng :P
Kirim doa yg terbaik buat  Teh Cisa sama A Opik

Met malem.. mel ngantuk
Besok kerja pagi
Tidur ahhh... :D
:*


Mirip gaak?gkgkgkgk :D
Cisa

 
mell


Senin, 18 April 2011

Dua hari kemarin, Sabtu-Minggu adalah hari yang indah buatku :)
Aku,mama dan adikku pergi ke Puncak Bogor bersama rombongan rekan kerja papa.
Tapi sayang, Papa gak bisa ikut.Ya, papa belum bisa pulang dari luar kota. Hiks hiks.. however, baru kali ini aku mengunjungi tempat ini :)
Tempat yang pertama aku kunjungi adalah 'Taman Bunga Nasional'.

























Pemandangan disana bener2 indaaahh :D Aku sampe tersepona dibuatnya.hahahaa
Segala macam jenis bunga di Indonesia,bahkan seluruh dunia, ada disana ! Waahhh.. pokoknya kalo dipake tempat syuting film india cocok banget.
Tapi sayang, ga bisa lama2 disana . . Cuma dikasih waktu satu jam,sebelum akhirnya kita pergi ke puncaaa.
Ini foto2 ku selama berada disana :) :

seperti di surgaaaa :D

foto bareng mama&ade


ini apa? ayo tebak :D

siapa yaa?

sejauh mata memandang (bunga)

mama narsis

its like haeven ;)

taman amerika

di penginapan ^_^

menjelang dinner


dinner time

ssi galing

pemandangan halaman hotel

di balik kamar :P

siap2 outbound

Taman safarii :D

Baby zoo :)


Subscribe to RSS Feed Follow me on Twitter!