Tampilkan postingan dengan label teknologi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label teknologi. Tampilkan semua postingan

Selasa, 10 September 2013

5 Perangkat yang Terancam punah Oleh Teknologi

Era saat ini adalah era teknologi dari sebelumnya. Saking pesatnya perkembangan teknologi, banyak perusahaan gadget yang belomba-lomba untuk menciptakan teknologi-teknologi yang lebih canggih. Namun secara tidak langsung apa yang mereka kembangkan ini telah membuat 5 perangkat yang dulu sangat membantu menjadi tersingkirkan. berikut 5 perangkat yang terancam punah
1. Buku Telepon


Sebelum ditemukannya ponsel, orang-orang menggunakan telepon rumah sebagai sarana berkomunikasi. Untuk membantu mencatat nomer telepon penting maka dibuatlah buku telepon. Namun semenjak kehadiran ponsel dipasaran yang mempunyai fitur penyimpan kontak telepon, jasa dari buku telepon seolah tidak dibutuhkan lagi. Bahkan di eropa 10-30% dari sampah rumahan adalah buku telepon.

mungkin anak-anak kecil jaman sekarang gak pernah ngeliat yang namanya 'Buku Telepon' 

Quote:2. MP3 Players


Mp3 Player sempat populer di awal tahun 2000 yang pada saat itu belum terlalu banyak ponsel yang mempunyai fitur memutar musik. Jenis Mp3 player yang paling populer saat ini adalah iPod milik Apple. Namun dengan banyaknya ponsel yang mempunyai fitur pemutar musik dengan harga terjangkau, memiliki Mp3 player serasa mempunyai gadget yang sia-sia karena tidak ada fitur lain selain pemutar musik.

ane aja belom pernah make mp3 player

Quote:3. Keping DVD dan DVD player

DVD merupakan perangkat multimedia yang biasanya digunakan untuk menyimpan film. Dalam satu keping DVD original biasanya berisi 1 sampai 2 film. Semenjak kehadiran situs yang menyediakan file hosting, dimana kita dapat mengunduh film secara online peminat DVD semakin menurun. Ini dikarenakan mengunduh lebih hemat dan efisien dibandingkan membeli keping DVD.

Quote:4. Koran, Katalog dan Majalah


Koran, Katalog, dan Majalah merupakan media cetak yang digunakan sebagai media komunikasi cetak dan hiburan. Saat ini, media tersebut mulai ditinggalkan seiring melonjaknya popularitas internet di dunia. Peran koran digantikan oleh situs berita sementara katalog dan majalah digantikan oleh buku elektronik (E-book)

gak tau kenapa ane masih betah baca koran sama majalah non-digital

5. Uang


Saat ini, uang menjadi alat pembayaran yang digunakan semua orang didunia. Sebelum ditemukannya uang, transaksi jual beli dilakukan dengan menukar barang dengan harga jual yang sama (barter). Saat ini transaksi pembayaran selain menggunakan uang juga dapat menggunakan ATM dan kartu kredit. Walaupun berujung dengan memakai uang namun penggunaan ATM dan Kartu kredit dirasa lebih aman dan praktis
http://edan77.blogspot.com/2013/09/5-perangkat-yang-terancam-punah-oleh.html
Selasa (3/9/2013) kemarin, muncul kabar mengejutkan bahwa unit bisnis perangkat dan layanan Nokia akan dibeli Microsoft. Total dana yang dikeluarkan bisa mencapai 7,2 miliar dollar AS.
Transaksi yang diperkirakan bakal rampung pada kuartal pertama 2014 tersebut membawa dampak besar bagi bisnis ponsel Nokia, termasuk dalam kepemilikan brand "Lumia" dan "Asha".

The Verge melaporkan bahwa dua merek dagang tersebut turut diikutkan dalam akuisisi oleh Microsoft. Artinya, tak akan ada lagi ponsel Lumia dan Asha dari Nokia karena kedua nama yang identik dengan produk-produk Nokia tersebut kini telah beralih pemilik.

Nantinya, ponsel Lumia dan Asha akan mengusung brand Microsoft. Ponsel-ponsel Lumia dan Asha yang beredar saat ini bakal jadi produk terakhir yang mengusung nama "Nokia".

Menariknya, nama Nokia sendiri tetap menjadi hak milik produsen asal Finlandia itu, alias tak ikut dibeli oleh Microsoft. Nokia hanya boleh dipakai sebagai merek feature phone selama 10 tahun ke depan, sesuai dengan perjanjian antarkedua perusahaan.

Hal itu berarti, Nokia sebagai merek smartphone tak akan ada lagi. Kemungkinan semua smartphone Microsoft akan mengusung nama Lumia atau Asha atau nama baru.



Akhir dari Nokia

Begitu pembelian rampung pada tahun depan, Nokia pun akan resmi undur diri dari dunia ponsel, menandai akhir dari kiprah perusahaan tersebut selama 16 tahun di industri ini.

Nokia pernah menjadi produsen ponsel terbesar selama 14 tahun sebelum kalah bersaing melawan kubu Android dan Apple yang dengan cepat menggerus pangsa pasarnya.

Seperti dikutip dari Hardware Zone, perusahaan kenamaan itu akan terus eksis karena Microsoft tak membeli keseluruhan bisnis Nokia.

Ada tiga area utama yang masih dimiliki oleh Nokia dan akan menjadi fokusnya di masa depan, yaitu NSN (infrastruktur Jaringan), HERE (teknologi pemetaan), dan Advanced Technologies (lisensi dan pengembangan).

Nokia tetap memiliki paten-patennya. Microsoft akan membayar Nokia untuk mendapat lisensi teknologi HERE selama empat tahun. Sebaliknya, Microsoft pun akan memberi hak pada Nokia untuk menggunakan teknologinya di layanan-layanan HERE.


Microsoft mengumumkan sebuah rencana yang mengejutkan banyak pihak di dunia industri teknologi, perusahaan raksasa software tersebut berencana untuk membeli sebagian besar bisnis utama Nokia, Selasa (3/9/2013).

Dana yang akan dikeluarkannya pun tidak sedikit. Untuk unis bisnis perangkat dan layanan bisnis, Microsoft harus merogoh kocek senilai 5 miliar dollar AS. Sementara itu, untuk lisensi paten Nokia, Microsoft mengeluarkan uang sebesar 2,2 miliar dollar AS. Total, dana yang dihabiskan oleh Microsoft adalah sebesar 7,2 miliar dollar AS.

 
Pertanyaan besarnya, setelah lama dirumorkan, mengapa Microsoft akhirnya bersedia membeli bisnis-bisnis utama Nokia? Untuk menjawab pertanyaan tersebut, Microsoft telah menyediakan sebuah file presentasi berjumlah 30 halaman. Sedianya, file tersebut akan dibacakan dalam konferensi telepon dengan beberapa media, terkait pengakuisisian dua divisi besar Nokia tersebut.

Dalam file tersebut, seperti dikutip dari Washington Post, Selasa (3/9/2013), Microsoft mengungkapkan bahwa mereka percaya integrasi yang lebih dalam dengan perangkat, software, dan layanan dengan Nokia sangat dibutuhkan untuk "bertarung" dengan kompetitor besar, seperti Apple dan ekosistem mobile Google Android.

"Perangkat membantu layanan dan layanan membantu perangkat," tulis Microsoft dalam presentasi tersebut.

Microsoft sangat yakin, setelah Nokia menjadi satu bagian dengan Microsoft, keduanya dapat lebih leluasa bekerja sama dalam mengembangkan platform Windows Phone.

Selain itu, dana yang dikeluarkan oleh Microsoft untuk pengembangan platform Windows Phone diyakini dapat lebih meningkat. Dana yang dikeluarkan oleh Mirosoft tampaknya tidak bisa terlalu besar dikarenakan insentif yang diterima mereka terkait Windows Phone tidaklah terlalu besar.

Saat ini, setiap ada satu perangkat Lumia yang terjual, Microsoft akan mendapatkan insentif, semacam uang royalti, sebesar 10 dollar AS dari Nokia. Sedangkan sisanya, akan langsung masuk ke "kantung" Nokia. Total insentif yang didapatkan Microsoft dari Nokia selama ini tampaknya belum cukup untuk pendanaan pengembangan Windows Phone.

Nah, insentif tersebut diyakini akan berubah saat Nokia telah menjadi bagian dari Microsoft. Microsoft memperkirakan akan menikmati nilai insentif baru, yaitu sebesar 40 dollar AS setiap ada satu Lumia yang berhasil terjual.

Microsoft sendiri telah merencanakan akan mengalokasikan dana tersebut untuk pendanaan di bidang "inovasi dan marketing". Microsoft sendiri memperkirakan, dibutuhkan sekitar 50 juta perangkat yang terjual untuk mencapai titik Break Even atau balik modal.
Subscribe to RSS Feed Follow me on Twitter!