Tampilkan postingan dengan label fiksi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label fiksi. Tampilkan semua postingan

Selasa, 11 Maret 2014

Kau memang jauh.
Begitu jauh hingga aku tak dapat sedikitpun memandang atau menyentuhmu.
Sekalipun, belum pernah aku mendapatimu dalam wujud nyata..

Selain sebingkai gambar dirimu yang bertengger abadi disudut kamar, tak ada lagi yang kupunya. Setiap kali aku berada disana,aku tersiksa karena mataku tak pernah ingin melepas pandangnya dari fotomu.

Namun selama apapun mataku memandang, foto itu tak pernah tersenyum padaku, 
tak pernah balik memandangku, dan kau... kau terlihat angkuh seakan kau pemenangnya.
Sementara aku si pecundang yang pemimpi.

Baiklah, aku pecundang.
Bertahun-tahun memimpikanmu, namun tak pernah mendapatkan satu tatapanpun darimu.
Biarlah.. siapa yang tau saat ku tertidur, diam2 kamu memperhatikan ku dengan tatapan rindu. 

Ah...lihat..lagi-lagi aku bermimpi..

***

Senin, 10 Maret 2014

"Bunga manapun, tak pernah lebih indah dari dirimu, terlebih saat kamu tersenyum" Katamu di suatu pagi saat bulu-bulu bunga dandelion indah berterbangan. Melewati kita, bahkan menyentuh pipi dan tangan kita.
Kusembunyikan senyum dan bahagia itu. Ingin rasanya melabuhkan rasa bahagia ini lewat sebuah pelukan, namun waktu belum mengizinkan.

Akan kutunggu hingga saatnya tiba, ya sebentar lagi :)

Subscribe to RSS Feed Follow me on Twitter!