Kabar tentang kiamat internet 9 Juli
mendatang menuai beragam komentar. Lihat artikel
bersiap-internet-mati-tanggal-9-juli, ada yang menanggapi "yang punya
warnet bisa gulung tiker deh, misal berlarut2 modar inet nya.."
-Teguh. Bahkan ada yang mengucapkan perpisahan pada apakabardunia
he..he...he.. ("dadah apa kabar dunia :'" - pearce).
Kita semua pasti khawatir. Nah, lewat aksi cari info sana-sini, semoga
dengan tulisan berikut ini kita bisa lebih paham apa yang sedang
terjadi dan cara mengatasinya.
Seperti diberitakan sebelumnya, kiamat internet 9 Juli terjadi karena
serangan malware DNSChanger trojan. Sekarang, kita lihat dulu
kisahnya...
DNS
DNS
atau Domain Name Server adalah sarana penerjemah antara bahasa
manusia dengan alamat IP (internet protocol) yang merupakan bilangan
angka.
Sebagai gambaran, kita tentu lebih mudah mengingat
www.google.com sedangkan sistem komputer sebenarnya mengidentifikasi
alamat komputer itu dengan angka atau IP address.
Jadi,
www.google.com sebenarnya dikenal oleh komputer kita sebagai
173.194.38.162. Kalau ingin mencoba, silahkan ketik IP tersebut di
browser internet dan kita akan diantar ke situs Google. DNS server
inilah yang menjadi 'calo' menerjemahkan bahasa manusia www.google.com
ke angka IP 173.194.38.162 sehingga dimengerti oleh komputer.
Jadi
singkatnya, kalau penerjemahnya tidak ada, maka komputer tidak
mengerti apa maksud manusia. Dan manusia yang kurang memahami faktor
teknis seperti ini pasti akan bingung kenapa komputernya jadi tak
berdaya dan mengira internetnya mati.
Trojan DNSChanger
Trojan
DNSChanger adalah virus yang mengubah alamat DNS server komputer
korban -- yang biasanya mengacu ke DNS para penyedia internet atau ISP
-- menjadi daftar DNS palsu yang telah dipersiapkan sebelumnya.
Pada
bulan November 2011 lalu, FBI melalui operasi yang dinamakan
'Operation Ghost Click' berhasil menciduk enam warga Estonia karena
melakukan aksi yang mengejutkan.
siliconangle.com
Mereka menginfeksi lebih dari empat juta komputer di dunia, baik PC
maupun Mac, dengan malware yang memiliki kemampuan mengubah DNS komputer
korbannya dan mengarahkannya ke server-server DNS palsu yang telah
dipersiapkan sebelumnya.
Tujuannya apa lagi kalau bukan untuk mendapatkan keuntungan finansial. Khususnya dari aktivitas iklan online, spam, dan scam.
Yang
menjadi masalah adalah, pada saat penangkapan masih ada jutaan
komputer yang terinfeksi oleh DNSchanger ini, dan tetap menggunakan DNS
palsu tersebut sebagai DNS utamanya.
Jika server-server DNS
palsu itu dimatikan, maka otomatis seluruh komputer yang menggunakan
DNS palsu tersebut akan mengalami kiamat kecil alias tidak bisa
terhubung ke internet selama DNS setting-nya belum dibenahi.
Karena
itu, FBI mengambil keputusan untuk mempertahankan DNS server palsu
ini setelah sebelumnya membersihkan server-server tersebut dari aksi
jahat. Itu tadi kabar baiknya bagi Anda yang terinfeksi oleh
DNSchanger.
Kabar buruknya adalah, pengadilan memerintahkan FBI
untuk mematikan seluruh DNS server palsu tadi pada tanggal 8 Maret 2012
dan akhirnya diperpanjang sampai tanggal 9 Juli 2012 karena
menganggap sudah memberikan cukup tenggang waktu bagi para korban
DNSchanger ini untuk memperbaiki komputernya.
Karena itu, jika
komputer Anda terinfeksi oleh DNSchanger dan belum dibersihkan, maka
pada tanggal 9 Juli 2012 praktis akan tidak bisa mengakses internet
atau dengan kata lain mengalami kiamat kecil internet.
Lebih
celaka lagi, DNSchanger ini tidak hanya menginfeksi komputer PC dan
Mac tetapi ia juga memiliki kemampuan untuk menginfeksi router-router
dan memanipulasi DNS server dari router tersebut.
Sehingga
seluruh komputer atau perangkat yang terkoneksi melalui router ini dan
secara otomatis menggunakan DNS router ini akan ikut tersesat dan
mengalami kiamat internet juga sekalipun komputer-komputer ini sama
sekali tidak terinfeksi oleh DNSchanger.
Cara Mengatasinya
FBI
memang belum memastikan seluruh server DNS tak terinfeksi dan bisa
disembuhkan dari serangannya. Setidaknya ada cara untuk menanggulangi
serangannya.
Cara paling awal adalah dengan mendeteksi serangan trojan ini. Situs dns-ok.us akan memberi panduan kondisi komputer Anda.
Jika
router Anda terinfeksi, situs dns-ok.us pun akan beranggapan komputer
Anda terjangkit DNSChanger trojan, meskipun sebenarnya tidak. Yang
lebih buruk lagi, jika ISP Anda mengatur ulang lalu lintas DNS, maka
kemungkinan komputer terlihat bersih. Walaupun ada kemungkinan
pengaturan DNS Anda sudah diubah oleh virus jahat.
Jika Anda
ingin benar-benar mengetahui apakah komputer terbebas dari penyebab
Kiamat Internet, maka Anda harus melihat secara manual alamat IP server
DNS. Alamat IP tersebut akan menunjukkan dengan siapa saja komputer
Anda saling berkomunikasi. Dari situ bisa diamati apakah ada serangan
apakah bisa dihapus.
Windwos
Pada komputer berbasis
Windows 7, bukalah start menu dan jalankan aplikasi Command Prompt.
Atau bisa juga mengetik cmd di kolom search start menu. Ketika command
prompt terbuka, maka ketik ipconfig /allcompartments /all dan
tekan enter. Layar akan menampilkan sejumlah teks. Telusuri tulisan itu
ke bawah hingga menemukan baris bertuliskan DNS Server. Lalu salin ke
bawah sejumlah kode string yang mengikuti server DNS. Kalau banyak
berarti, komputer anda mengakses lebih dari satu server.
Mac
Bagi
pengguna komputer berbasis Mac OS X, caranya lebih mudah. Buka Apple
menu, biasanya berlokasi di sudut kiri atas layar, pilih system
preference. Lalu klik ikon network untuk membuka menu network setting.
Arahkan ke advance setting dan salin ke bawah sejumlah kode string yang
terdapat dalam box server DNS.
Jika Anda sudah mengetahui
alamat IP yang digunakan server DNS makan salin dan tempel ke situs
milik FBI. Situs FBI DNSChanger akan memberitahu apakah komputer Anda
menggunakan server DNS yang nakal atau tidak. Lalu jika positif kena,
apa yang harus dilakukan.
Pertama tentuya menyelamatkan data.
Buat back-up data-data penting lalu format ulang piranti keras komputer
Anda dan instal ulang sistem operasinya. Atau bisa juga tanpa instal
ulang, tapi dengan alat penghapus seperti Kaspersky Labs TDSSKiller.
Sebuah piranti lunak besutan perusahaan antivirus Rusia untuk
menghilangkan DNSChanger trojan.
Jika serangan sudah masuk
jaringan, maka Anda harus mengecek setiap komputer dalam jaringan. Lalu
cek juga pengaturan router untuk memastikan tidak terinfeksi. Cara
mengecek DNS router, serupa dengan mengecek DNS komputer. Salin alamat
IP server DNS router lalu masukkan ke situs FBI apakah layanan
tersebut aman atau tidak. Jika tidak aman, maka reset pengaturan
router Anda. Terakhir, jangan lupa setelah semua diatur ulang, jalani
lagi prosedur pengecekan dari awal.
Catatan
Periksa
DNS server komputer atau router Anda (lihat tabel di bawah). Cek
apakah angkanya sama dengan angka di tabel bawah ini. Bila ya, berarti
sistem Anda pernah terinfeksi oleh DNSchanger, dan termasuk yang akan
mengalami kiamat internet pada 9 Juli ini.
Apakah Indonesia Aman?Pada
November 2011, DNSchanger berhasil menginfeksi empat juta alamat IP,
baik komputer maupun router. Kalau saat itu server DNSchanger
dimatikan, setidaknya empat juta komputer di dunia akan kehilangan akses
internet dan sudah pasti akan menimbulkan kekacauan.
Sejak FBI
menangkap pelaku perusakan ini, maka otomatis infeksi DNSchanger
menurun drastis sejak November 2011. Menurut data dari DNS Changer
Working Group, infeksi pada tanggal 11 Juni 2012 di seluruh dunia turun
menjadi kurang dari 10%. Jumlahnya 303.867 IP Address. Lalu bagaimana
penyebarannya di dunia ?
Dari daftar di atas, 5 besar negara yang terinfeksi DNSchanger per
tanggal 11 Juni 2012 adalah Amerika Serikat 69.517 (27%), Italia 26.494
(10%), India 21.302 (8%), Inggris 19.589 (8%) dan Jerman 18.427 (7%).
Sedangkan
Indonesia sendiri tidak termasuk ke dalam 25 besar negara yang
terinfeksi DNSchanger. Di Asean, Thailand termasuk ke dalam 25 besar
negara yang terinfeksi DNSchanger dengan jumlah IP terinfeksi 2.941
(1,13%).
Karena Indonesia tidak termasuk ke dalam 25 besar
negara-negara yang terinfeksi DNScharger dan infeksi negara ke 25
adalah PK (Pakistan) 1.682 IP (0,65%) maka cukup realistis untuk
memperkirakan infeksi DNSchanger di seluruh Indonesia sekitar 1.650
pada tanggal 11 Juni 2012.
Dibandingkan dengan jumlah pengguna
internet Indonesia yang berjumlah 55 juta, maka korban DNSchanger di
Indonesia adalah 0,003%.
Jika Anda menggunakan program antivirus
yang selalu update, harusnya kemungkinan tersebut lebih kecil lagi
karena hampir semua program antivirus sudah dapat mendeteksi DNScharger
sejak akhir 2011 lalu.