Minggu, 06 September 2009

Jika Cinta Tak Pernah Ada

Ini adalah hari terindah dalam hidupku, seorang wanita yang selama ini menjadi sahabatku, sekarang menjadi pengisi dahaga jiwa dan hatiku. Mungkin ini yang disebut takdir.

Dan aku tak pernah tahu apa itu cinta, hingga suatu awal cerita dimulai.

Semuanya bermula sekitar tiga tahun yang lalu. Saat aku masih cupu. Eh.. tidak terlalu cupu sih.. hanya saja.. pada saat itu, aku belum mengerti banyak tentang cewek.

sebut saja cewek ini tika.

Tika merupakan cewek cantik, tinggi, putih. Rambutnya yang panjang menunjukkan sosok yang anggun dari dirinya.

Di balik sosoknya yang anggun, aktif di kegiatan kampus, tersimpan banyak cerita tentang Tika. Tiga tahun yang lalu pun, aku sama seperti cowok-cowok yang lain. Menganggap Tika sebagai sosok yang sempurna. Bak dewi yang turun dari kayangan.

Sedangkan aku cowok yg cuek terhadap dunia dan sekitarku..membaca buku dan tenggelam dalam dunia perpustakaan. Dan teman2 sekelasku terkadang anggap aku tak pernah ada.

Mungkin karena latar belakang keluargaku yang kental dengan ajaran agama islam, namun aku sendiri terkukung dan tidak bisa bergaul dengan teman-teman sebayaku. Ah.. ini hanya karena ketidakpercayaan diriku saja.

Aku hanya bisa membayangkan, seperti apa nikmatnya orang yang memadu kasih melalui novel-novel yang kubaca. dari cerita teman-teman yang diutarakannya dengan bangga. Ada juga timbul keinginan dan rasa penasaran untuk merasakan hal itu.

Mungkin asyik jika bisa menjalani cerita seperti di Novel, banyak cerita mengenai arti sebuah cinta dan asyiknya menggapai kasih lewat pacaran. Ah...itu hanya bayang2 semu buatku, karena sejak dulu aku tak pernah mengenal cewek selain ibu,dan adikku.

Hingga suatu saat, ada suatu kesempatan acara di kampus yang membuat aku bertemu dengan Tika.

Namun bayang-bayang semu itu menjadi nyata, ketika Tika, gadis yang seperti dewi dari kayangan itu menghampiriku. "Mas.. mas yang namanya fikri kan ?. Kenalkan saya Tika".

Fikri menyambut perkenalannya. Saat itu perasaannya masih biasa. TIngkah Tika pun hanya kuanggap biasa. Aku tidak berani berspekulasi apapun dan mengharap apapun akan Tika, Saat itu.

"Kata temen2 kmu paling pintar dikelas?aku pengen belajar dari kamu" Tika mengawali pembicaraan.

Fikri terdiam sesaat. Dia Bingung, kalimat apa yang tepat untuk membalas perkataannya.. "Ya.." Hanya kalimat pendek itu saja yang bisa keluar dari mulut Fikri dengan sedikit terbata.

"iya..", Fikri menarik napas panjang. "Insya Allah.. akan aku coba membatu sebisanya", jawab Fikri dengan senyum simpul.

"Oke" Tika tersenyum renyah. "nanti aku hubungi kamu lagi yah?" Kata Tika sambil berlalu. Aku masih tak percaya dg yang terjadi. "Oh ya, aku belum tahu nomermu.. nomer hapenya dong.." Tika kembali ke depan fikri. "Oh.. ini.. 08....".

Tiba-tiba Fikri terbangun dari tidurnya, suara "SAHUR.. SAHUR.." dari pemuda2 yang biasa membangun sahur mulai terdengar. Sudah hampir 2 minggu sejak perkenalan itu, Tika tak kunjung menghubungi. Fikri pun beranjak dari tempat tidur untuk sahur.

Pertemuan yang singkat dengan Tika ternyata membuatku terganggu. Walaupun aku berusaha untuk bersikap biasa, tapi tak bisa kupungkiri rasa penasaranku dengan Tika pun makin besar.

"Mungkin ini suatu jodoh atau hanya kebetulan belaka?" masih dengan lamunan Fikri, dan belum beranjak dari tempat tidurnya.

"Kalaupun jodoh.. sepertinya terlalu berlebihan.." Kusangkal sendiri lamunanku, tersenyum sendiri dan menggalengkan kepala seolah ingin kusibakkan keluar lamunan itu. Jauh dari dalam otakku.

40 menit berlalu, Tomi beranjak dari kursi menuju ketempat wudhu. Suara adzan subuh pun berkumandang, dan terdengar sangat dekat. Maklumlah, rumah Fikri memang dekat dengan mesjid.

Sepulangnya dari masjid, Fikri iseng melihat hape-nya. Ada SMS baru. Fikri lalu membuka SMS itu dan tersentak. Tika yang mengirimkan SMS itu.

"Assalamu'alaykum.. pagi mz Fikri. ehm.. saya Tika.. mz Fikri masih inget ?".

"Masih.. saya masih inget kok :)". Ada apa tik ?

"Ga mz.. cm iseng aj gangguin.. hehehe" Tika membales sms Fikri sambil senyum2 manis.

Sms itu berlalu begitu saja.. dalam keheningan rasa penasaran Fikri terobati, tapi benih2 rindu pun mulai tumbuh di hati Fikri.

"Walaupun aku tidak menemuka sosokmu. Tapi aku masih merindukanmu, diantara khayalan senja. Senyum yang selalu hadir tiap bagiannya". Fikri menuliskan syair di dinding kamarnya.

Tanpa tersadar.. Fikri pun terlelap dalam mimpi.. masih menggunakan sarung dan baju kokonya.

***

Matahari mulai beranjak naik.. Menapaki relung-relung kegelapan pagi.. embun bersama ceritanya mulai meratapi pagi.. dan beginilah pagi yang indah itu dimulai.

Seperti biasa, setelah aku selesai menyelesaikan rutinitas pagi, aku lalu berangkat ke kampus. Di bulan ramadhan ini kampusku banyak sekali mengadakan kegiatan.

Sayangnya saya tidak mengikuti satu pun kegiatan tersebut. Saya lebih suka menghabiskan waktu di perpustakaan dan bercanda dengan sahabat2.

Ditengah kegiatan biasaku, tiba-tiba SMS menyambangiku. Waktu kulihat, ternyata SMS itu dari Tika. Tika meminta bantuan tentang kegiatannya. Aku hanya mengernyitkan dahi.

Kebetulan Tika sedang melakukan kegiatan bakti sosial di salah satu panti asuhan. Berhubung acara tersebut sangat minim laki-laki, Fikri diharapkan dapat membantu.. "hm,, lumayan.. buat bantu angkat2", pikir Tika.

Di SMS itu, Tika berharap banyak agar aku bisa membantu kegiatan bakti sosialnya. Aku sebenarnya tidak terlalu ingin membantu, tetapi aku juga tidak punya alasan untuk menolak permintaan Tika. Aku merenung sejenak.

"Setelah di pikir-pikir, gak ada salahnya bantuin Tika. Toh aku juga gak rugi, itung-itung jg beramal". Gumam Fikri dalam lamunan.

Aku lalu membalas sms Tika, menyanggupi permohonan Tika. Tak berapa lama berselang, sms dari Tika masuk lagi. Sepertinya Tika sangat senang aku bisa turut membantu.

Di lain situasi, Tika masih harap2 cemas.. "hm.. kok ga di bales2 sih,,". "aduh.. kok aku jd gini sih.. nyante aj napa..la wong ketemu dia aja belum", Tika menarik napas panjang.

Tika menjadi kebingungan sendiri. Entah kenapa hari-hari terakhir ini dia banyak teringat ke Fikri. Tapi karena Fikri yang sok-cool, Tika juga enggan untuk terlalu tebar pesona ke Fikri.

"ah kok jadi rasanya kayak di sinetron saja sih...seperti pemuda tampan nan pendiam, dengan gadis jelita", Tika mbatin dalam hati.

Kemudian hari, Tika lalu kembali menyibukkan diri dengan rekan-rekannya untuk menyiapkan kegiatan bakti sosialnya. Baru tengah asyik dengan kesibukannya, Tika melihat Fikri yang berdiri didekat pintu masuk. Tika senang, akhrinya Fikri bersedia datang.

Fikri berjalan mendekati Tika dengan penuh percaya diri.. Tapi.. "syutt.. gubrakk..", suara Fikri terjatuh. Tika melotot "ampun.. kok bisa lupa sih aku barusan ngepel".. "aduh.. kok ember ne kebalik yah".. Tika buru2 mendekati Fikri..

"Kamu tak apa-apa?" Tika membantu berdiri. "Ah.. nggak papa.. nggak papa.." Fikri mencoba berdiri. Fikri agak malu juga berdekatan dengan Tika. "Ah ya.. mana yang bisa kubantu?" Tanya Fikri coba mengalihkan kecanggungannya.

Bukan pertama kalinya Tika ceroboh.. temen-temen dekatnya pun pernah menjadi korban kecerobohannya.. entah itu lupa ngambil kunci motor.. bangun kesiangan.. dan yang paling sering.. bikin orang kepleset..

"Ini.. nanti kardus-kardus ini tolong di angkutin ke mobil.." Ujar Tika sambil menujuk ke kardus yang tertata. "Oh.. oke.. " Fikri lalu mengankat satu kardus "Terus mobilnya mana?" Tanya Fikri. "Ha.. itu tadi.. kok masih belum datang yah?" Tika panik.

Berusaha untuk menenangkan Tika, Fikri meminjam HP Tika.. "Sini aku pinjem HP km buat nelpon temenmu itu". "Aku kasih no.nya ajah deh", Tika masih panik. "ehm.. aku ga ada pulsa.. hehe", jawab Fikri malu.

"Ya udah.. nih.. mau di-dial-in sekalian nggak?". "Ya, sekalian ajah" Fikri lalu berbicara dengan orang diseberang, tak butuh waktu lama, Fikri lalu mengembalikan HP. "Sebentar lagi orangnya datang. Ini kardusnya aku siapin didepan aja yah?".

Tidak lama kemudian muncul, mobil kijang kapsul berwarna hitam..

Setelah Fikri memasukkan semua barang yang akan di-baksos-kan. Mereka lalu berangkat ke Turi, Sleman, tempat tujuan mereka memberikan bantuan.

Duduk bersebelahan dengan Tika memang berbeda.. entah kenapa gadis ini biasanya cerewet namun kali ini terasa sepi banget.. iya.. Belakangan ini, saya memang sering memperhatikan tingkah Tika.

puff.. ya ampun.. apa2an ini.. di penghujung puasa, dsaat2 seperti ini masih saja aku memikirkan Tika, yah.. gadis yang disampingku ini.

"ehmm.. eh Tik.. aq lain waktu boleh main ke rumah", Fikri berusaha membuka pembicaraan.

"Ada apa mas ?, mau mampir apa ?", senyum Tika dengan penuh tantangan.

Fikri hanya tersenyum dan kemudian mengalihkan pandangan ke luar jendela mobil.

"uh.. kok malah di cuekin sih aku.. Ih.. sebel", ungkap Tika dalam hati sambil menggigit bibirnya dan mengalihkan pandangan ke tempat lain.

"Tadi gmn rasanya kepleset mas ?", sindir Tika.

"Biasa aj tuh", Fikri menjawab tanpa ekspresi

"Rumahku di samping mesjid diponegoro mas, pager kuning..", Tika pun mulai cuek.

Fikri tersentak. "Ya Ampun.. rumah ku berarti dekat banget dengan kamu.. cm beberapa langkah saja mungkin sudah sampe", Fikri mulai merespon.

"Iya.. kl jalan paling cm 5 menitan udah nyampe".

"Loh.. kok km tau ?? berarti kita pernah ketemu dong", Fikri penasaran.

"Enggak.. aku cm ngarang kalee mas..", Tika berusaha menyembunyikan kecerobohannya. "tapi beneran yah ?".

*senyum lebar* lagi2 Fikri cm senyum dan memalingkan pandangannya.

Akhirnya mereka sampai di tempat tujuan. Di tempat itu, pengasuh.. dan anak2 panti sudah menunggu.

Tika dan rekan2 lainnya termasuk Fikri, dsambut pengasuh dan anak2 panti dengan ramah. Kebetulan buka puasa bersama juga di adakan di panti asuhan sederhana tersebut.

Tika dan Fikri sesekali saling memandang di tengah kemeriahan acara. Sesekali mereka bercanda dengan anak2 panti yang memang masih terlihat lucu2 dan imut.

Setelah selesai acara, mereka pun mulai berpamitan dengan pengasuh dan anak2 panti.

Perjalanan pulang pun hanya di lewati dengan suasana sepi, tidak ada lagi pembicaraan di antara mereka berdua. Bahkan ketika Tika turun dari mobil untuk berpamitan.. "Mas.. jangan lupa mampir ya ?".

***

Empat hari berlalu setelah acara bakti sosial itu.. Fikri ternyata masih juga belum memiliki keberanian untuk mampir ke rumah Tika, yang letaknya hanya beberapa puluh langkah.

Hingga suatu subuh, dia memberanikan diri untuk mampir di rumah Tika.

Tak beberapa lama setelah Fikri menekan bel, tiba2 seorang ibu menghampiri Fikri.

"Nak Fikri yah.. ini ada titipan dari mbak Tika".

"ehm.. kok sepi sih bu.. memang lagi pada mudik yah".

"Loh nak Fikri ga dkasih tau yah.. jadi baru aja tadi malem seluruh keluarga mbak Tika pindah ke bandung, kebetulan ayahnya pindah dinas.. dan mbak Tika menitipkan itu buat mas Fikri kl mampir ksini".

"Tapi bu.. ibu tau dari mana saya Fikri", setengah emotional dan kaget Fikri penasaran.

"Nanti bakal ada seorang pria yang mampir ksini, dan Ibu sudah mengenal betul orang itu"... "mbak Tika bilang seperti itu ke saya", Ibu itu mencoba menjelaskan.

Terlihat buliran-buliran air mata menetes dari mata Fikri.. dia pun melangkah pulang sambil berpamitan dan membawa surat itu. Tapi Fikri berusaha untuk tidak terlalu emotional.

Sambil berjalan.. di bukanya surat tersebut..

Ya Allah. Terima kasih Engkau telah memberikan perasaan ini kepadaku. Walaupun singkat. tidak terbayang berapa kali subuh kulewati dan bertemu "dia". walaupun "dia" tidak pernah mengetahui keberadaanku selama ini. padahal sudah dekat sekali.

Tapi Engkaulah yang berkehendak, dan aku hanya bisa menjalani semua seperti yang telah Engkau rencanakan untukku.

Ya Allah.. Sucikan hati ku, sehingga dapat melaksanakan kehendak Mu.

Biarkanlah cinta ini melebur dan hanya cinta kepada Mu yang pantas aku berikan. Dan biarlah waktu meleburkan kesejukan cinta yang Engkau berikan untuk memberikan pelangi setelah hujan.

Tapi.. jika takdir Engkau gariskan, dan mempertemukan kedua hati kembali. Berikanlah untuk "dia" kekuatan, sehingga mampu merangkul kesempatan itu..

Jogja, 26 September 2008.

cerpenista


Tidak ada yang mengerti apa yang sedang terjadi, Pada saat itu, 25 Juli 2001, hujan lebat dengan air berwarna merah menghujani negara bagian Kerala di India. Hujan itu berlangsung hingga September 2001. Lebih dari 500.000 meter kubik air hujan berwarna merah tercurah ke bumi. Pada mulanya ilmuwan mengira air hujan yang berwarna merah itu disebabkan oleh pasir gurun, namun para Ilmuwan menemukan sesuatu yang mengejutkan, unsur merah di dalam air tersebut adalah sel hidup, sel yang bukan berasal dari bumi !

Hujan yang pertama jatuh di distrik Kottayam dan Idukki di wilayah selatan India. Bukan hanya hujan berwarna merah, 10 hari pertama dilaporkan turunnya hujan berwarna kuning, hijau dan bahkan hitam. Setelah 10 hari, intensitas curah hujan mereda hingga September. Hujan tersebut turun hanya pada wilayah yang terbatas dan biasanya hanya berlangsung sekitar 20 menit per hujan. Para penduduk lokal menemukan baju-baju yang dijemur berubah warna menjadi merah seperti darah. Penduduk lokal juga melaporkan adanya bunyi ledakan dan cahaya terang yang mendahului turunnya hujan yang dipercaya sebagai ledakan meteor.

Contoh air hujan tersebut segera dibawa untuk diteliti oleh pemerintah India dan ilmuwan. Salah satu ilmuwan independen yang menelitinya adalah Godfrey Louis dan Santosh Kumara dari Universitas Mahatma Gandhi. Mereka mengumpulkan lebih dari 120 laporan dari penduduk setempat dan mengumpulkan sampel air hujan merah dari wilayah sepanjang 100 km. Pertama kali mereka mengira bahwa partikel merah di dalam air adalah partikel pasir yang terbawa dari gurun Arab. Hal ini pernah terjadi pada Juli 1968 dimana pasir dari gurun sahara terbawa angin hingga menyebabkan hujan merah di Inggris. Namun mereka menemukan bahwa unsur merah di dalam air tersebut bukanlah butiran pasir, melainkan sel-sel yang hidup.

Komposisi sel tersebut terdiri dari 50% Karbon, 45% Oksigen dan 5% unsur lain seperti besi dan sodium, konsisten dengan komponen sel biologi lainnya, dan sel itu juga membelah diri. Sel itu memiliki diameter antara 3-10 mikrometer dengan dinding sel yang tebal dan memiliki variasi nanostruktur didalam membrannya. Namun tidak ada nukleus yang dapat diidentifikasi. Setiap meter kubik sampel yang diambil, terdapat 100 gram unsur merah. Jadi apabila dijumlah, maka dari Juli hingga September terdapat 50 ton partikel merah yang tercurah ke Bumi.


Di Universitas Sheffield, Inggris, seorang ahli mikrobiologis bernama Milton Wainwright mengkonfirmasi bahwa bahwa unsur merah tersebut adalah sel hidup. Hal ini dinyatakan karena Wainwright berhasil menemukan adanya DNA dari unsur sel tersebut walaupun ia belum berhasil mengekstraknya.

Karena partikel merah tersebut adalah sel hidup, maka para ilmuwan mengajukan teori bahwa partikel merah itu adalah darah. Menurut mereka, kemungkinan batu meteor yang meledak di udara telah membantai sekelompok kelelawar di udara. Namun teori ini ditolak karena tidak adanya bukti-bukti yang mendukung seperti sayap kelelawar yang jatuh ke bumi.

Dengan menghubungkan antara suara ledakan dan cahaya yang mendahului hujan tersebut, Louis mengemukakan teori bahwa sel-sel merah tersebut adalah makhluk ekstra terestrial. Louis menyimpulkan bahwa materi merah tersebut datang dari sebuah komet yang memasuki atmosfer bumi dan meledak di atas langit India.

Sebuah studi yang dilakukan oleh mahasiswa doktoral dari Universitas Queen, Irlandia yang bernama Patrick McCafferty menemukan catatan sejarah yang menghubungkan hujan berwarna dengan ledakan meteor. McCafferty menganalisa 80 laporan mengenai hujan berwarna, 20 laporan air berubah menjadi darah dan 68 contoh fenomena mirip seperti hujan hitam, hujan susu atau madu yang turun dari langit. 36 persen dari contoh tersebut ternyata terhubung dengan aktivitas meteor atau komet. Peristiwa-peristiwa tersebut terjadi mulai dari Romawi kuno, Irlandia dan Inggris abad pertengahan dan bahkan Kalifornia abad ke-19. McCafferty mengatakan, "kelihatannya ada hubungan yang kuat antara laporan hujan berwarna dengan aktivitas meteor, Hujan merah Kerala cocok dengan pola-pola tersebut dan tidak dapat diabaikan begitu saja."

Jadi, apakah hujan merah di Kerala berasal dari luar bumi ? Sebagian ilmuwan yang skeptis serta merta menolak teori ini. Namun sebagian ilmuwan lain yang belum menemukan jawabannya segera melirik kembali ke sebuah teori usang yang diajukan oleh ahli fisika Sir Fred Hoyle dan Dr Chandra Wickramasinghe, teori yang disebut Panspermia, yaitu sebuah teori yang menyatakan bahwa kehidupan di bumi ini berasal dari luar angkasa.

Menurut kedua ilmuwan tersebut pada mulanya di luar angkasa terdapat awan gas antar bintang yang mengandung bakteri. Ketika awan itu mengerut karena gravitasi untuk membentuk sistem bintang, bakteri yang ada di dalamnya tetap bertahan hidup di dalam komet. Ketika komet itu terkena sinar matahari, panas matahari mencairkan permukaan es pada komet, bakteri-bakteri tersebut lolos dan tersapu ke planet-planet terdekat. Teori ini juga didasarkan pada argumen Charles darwin bahwa sesungguhnya bakteri memiliki karakteristis "luar bumi".

Mungkinkah mereka benar ?


Misteri penemuan artefak seperti kerangka hewan, tengkorak manusia dan patung di Mars masih belum terpecahkan. Sekarang para peneliti menemukan objek berbentuk gua dan kayu di planet Mars.

Gua Misterius
Mars_doorway_2Gambar yang diambil NASA ini menunjukkan adanya sebuah gua seperti pintu yang misterius pada dasar sebuah formasi bukit di Mars. Orang yang pertama mengidentifikasi pintu tersebut bukanlah ilmuwan NASA melainkan seorang pembaca web Cnews dari Rusia bernama Alexander Novgorodov. Ia melihat sebuah struktur seperti buatan manusia di kaki bukit. Gambar ini diambil oleh pesawat Reconnaissance Orbiter.

Para peneliti mengemukakan kemungkinan bahwa pintu tersebut adalah sebuah hasil dari erosi iklim. Namun tetap saja pintu itu menjadi perbincangan hangat mengingat bentuknya yang unik.

Bentuk bukit yang seperti air mata ini terletak di tengah-tengah wilayah beku planet Mars. Mars adalah rumah dari gunung terbesar di seluruh planet dan lembahnya adalah yang terdalam dari seluruh planet yang pernah ditemukan. Dan Mars juga satu-satunya planet yang paling mungkin dapat menampung kehidupan manusia. Beberapa tanaman terbukti dapat hidup pada tekanan CO2 rendah seperti atmosfer Mars.


Kayu ?
Foto dibawah ini diambil oleh Mars Rover, dan yang terekam di dalam foto tersebut membuat para ahli kebingungan. Apakah itu sepotong kayu ? Foto itu pertama kali dirilis pada tahun 2004.

Segera dunia internet menjadi ramai dengan perbincangan dan teori konspirasi. Sebuah situs bernama TheCrit.com bahkan mengatakan bahwa NASA pernah menyatakan bahwa Mars adalah sebuah dunia gurun yang memiliki hutan lebat. Dan itu tidak pernah dibuka kepada publik.

Para peneliti yang skeptis menyatakan bahwa gambar kayu tersebut kemungkinan didapat dari hasil pareidolia - sebuah stimulus acak yang dipersepsikan memiliki signifikasi bentuk. Seperti awan yang kadang terlihat memiliki bentuk tertentu.

Baca juga artikel sebelumnya mengenai
penemuan kerangka dan patung di Mars


[c9vamp.jpg]Ini bukan salah satu episode dari film drakula atau vampire penghisap darah, namun kelihatannya Van Helsing abad pertengahan yang mencoba untuk menyelamatkan kita dari para vampir tidak menggunakan potongan kayu tajam, mereka menggunakan sebuah batu bata.

Baru-baru ini seorang antropolog dari universitas Florence bernama Matteo Borini menemukan sebuah tengkorak perempuan dengan batu-bata yang ditancapkan di mulutnya di sebuah kuburan masal di pulau Lazzaretto Nuovo, dekat Venice, Italia. Kuburan itu digunakan untuk mengubur para korban Black Death yang terjadi pada tahun 1576, yaitu wabah penyakit yang menyerang Italia dan memakan korban sekitar 150.000 nyawa.

Penemuan yang luar biasa ini menunjukkan bagaimana masyarakat abad pertengahan memiliki pandangan mereka sendiri tentang takhayul yang menyangkut vampir penghisap darah.


Kain kafan yang digunakan untuk menutupi wajah mayat umumnya menjadi lapuk karena bakteri yang keluar dari mulut mayat dan akhirnya menunjukkan gigi-gigi mayat. Namun proses ini disalahartikan oleh masyarakat abad pertengahan. Hal ini diindikasikan dengan adanya manuskrip kuno abad pertengahan yang menyatakan bahwa mayat mendapatkan kembali kehidupan dengan memakan kain kafan dan menghirup sisa-sisa kehidupan dari mayat yang lain hingga mereka mendapat cukup kekuatan untuk kembali bangkit dari kematian. Karena itu pada abad pertengahan vampire dikenal juga dengan sebutan "pemakan kafan"

"Untuk membunuh Vampire tersebut, anda harus menyingkirkan kafan itu dari mulutnya dan kemudian menaruh sesuatu yang tidak bisa dimakan sebagai gantinya. Karena itu batu bata lah yang digunakan" Kata Mr Borrini. "Ada kemungkinan mayat lain juga memiliki batu bata seperti ini di mulutnya, namun inilah tengkorak pertama yang kita temukan dalam kondisi seperti ini." Lanjutnya.

Takhayul vampire telah menjadi bagian dari kultur Eropa ketika wabah penyakit dashyat itu menyerbu keseluruhan benua. Ketidakmengertian tentang tahap alami dekomposisi tubuh mayat kemungkinan telah memicu penyebaran mitos ini. "Sukar diinterpretasikan apakah batu bata yang ditancapkan di mulut mayat bersumber dari ketakutan yang dalam akan vampir atau hanya tindakan berjaga-jaga dalam masa sulit." Kata Borrini.
Figur vampire modern kita kenal lewat novel Bram Stoker, Dracula yang ditulis pada tahun 1897.

Namun, Umumnya takhayul yang tersebar luas juga muncul karena adanya peristiwa nyata. Mungkinkah vampir penghisap darah benar-benar ada pada abad pertengahan ?

www.xfile-enigma.blogspot.com

Apa yang kita tonton di film-film sekarang menjadi nyata pada tanggal 22 Mei 2008 di Port Harcourt, Rivers state, Nigeria. Seekor kucing tiba-tiba berubah menjadi seorang perempuan paruh baya setelah ditabrak oleh sebuah ojek (Disebut juga Okada di Nigeria) di jalan ramai di Port Harcourt.


Surat kabar Nigerian Tribune melaporkan bahwa ada tiga ekor kucing yang sedang menyeberang jalan ketika sebuah okada menabrak mereka. Kucing pertama berhasil menghindar dan melarikan diri, sedangkan kucing kedua tertabrak dan segera berubah menjadi seorang perempuan. Kejadian aneh ini segera menarik perhatian orang-orang di tempat itu. Ketika mereka menyadari kejadian aneh ini, mereka segera memukuli kucing ketiga (masih dalam rupa kucing) hingga mati. Kemudian mereka memukuli perempuan itu hingga luka parah.

Menurut para saksi yang menyaksikan kejadian itu, perempuan kucing itu yang mengaku bernama Aisha Abdukareem Ibrahim mengatakan bahwa dia dan dua teman mengambil rupa kucing dan sedang mengadakan perjalanan dari Abuja ke Port Harcourt untuk membunuh tiga orang. Perempuan itu mengatakan bahwa mereka telah berhasil membunuh dua orang, namun mereka mendapatkan kesulitan ketika hendak membunuh orang ketiga. Karenanya mereka memutuskan untuk kembali ke Abuja.

Saksi lainnya yang bernama James mengatakan bahwa perempuan itu kemudian berpura-pura lupa ketika melihat orang-orang berkerumun di sekitarnya. Ia pura-pura bertanya apa yang telah terjadi. "Aku belum pernah melihat kejadian ini selama hidupku. Aku melihat seorang perempuan yang terluka dan tergeletak di jalan, bukan kucing." Kata James.

Ketika Nigerian Tribune tiba di lokasi kejadian dekat Garrison Junction, Cat woman itu sedang duduk di tanah dengan darah di sekujur tubuhnya. Bagian kanan wajahnya mengalami luka sobek yang cukup dalam. Massa memukulinya akibat marah karena mereka melihat bahwa perempuan itu adalah seorang penyihir.

Kemudian perempuan itu dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan. Butuh penjagaan dari petugas polisi untuk mencegah massa yang marah membunuhnya. Bagian Humas kepolisian setempat mengatakan bahwa perempuan itu sudah dibawa ke rumah sakit dan diawasi selama 24 jam untuk mencegah ia tiba-tiba menghilang.

Di Afrika dilaporkan bahwa penyihir-penyihir di benua itu memiliki kemampuan untuk berubah bentuk menjadi hewan seperti serangga dan ikan. Di Indonesia kita mengenal fenomena serupa, yaitu Babi Ngepet. Walaupun kita sudah sering mendengar tentang hal ini, tetap saja sulit untuk percaya.

(forteantimes.com)

Jembatan tertua di dunia ditemukan di India - mengkonfirmasi kitab Ramayana

Pesawat ulang-alik NASA telah berhasil menemukan sebuah jembatan purba yang menghubungkan India dan Sri Lanka. Jembatan itu diperkirakan telah berumur 1.750.000 tahun dan sekaligus meneguhkan catatan yang terdapat dalam kitab kuno Ramayana.

Untuk saat ini, jembatan itu diberi nama Jembatan Adam. Jembatan misterius itu terbuat dari sekumpulan beting laut sepanjang 30 km di selat Palk antara India dan Sri Lanka. Dari bentuk dan komposisinya, para ahli menyimpulkan bahwa jembatan itu dibuat oleh manusia dan bukan terjadi karena sebab alam. Legenda dan juga arkeologi menunjukkan bahwa manusia sudah mendiami Sri Lanka sejak 1.750.000 tahun yang lalu, sama dengan perkiraan umur jembatan itu.

Penemuan jembatan ini juga merupakan aspek krusial bagi peneguhan legenda misterius yang disebut Ramayana yang diperkirakan terjadi pada zaman Tredha Yuga, lebih dari 1.700.000 tahun yang lalu. Di dalam epik Ramayana, disebutkan bahwa sebuah jembatan dibangun antara Rameshwaram (India) dan pantai Srilanka dibawah pengawasan Rama yang merupakan inkarnasi ke-18 dari Krisna.


Informasi ini mungkin tidak begitu penting bagi para arkeolog, namun paling tidak dapat membuka gerbang spiritual bagi masyarakat dunia yang ingin mengetahui sejarah yang terkait dengan mitologi India


Pada tahun 1986, seorang penyelam dekat pulau Yonaguni Jima, dekat Okinawa, Jepang, menemukan sebuah struktur bangunan batu yang aneh 25 meter dibawah permukaan laut. Struktur bangunan yang membentuk tangga batu dengan jalur-jalur yang misterius itu dikenal dengan sebutan Piramida Yonaguni.



Salah satu struktur bangunan itu memiliki lebar 600 kaki dengan tinggi 90 kaki dan memiliki 5 tingkatan blok batu yang terpisah yang kelihatannya adalah sebuah jalan yang mengelilingi struktur itu. Bukan hanya bentuknya yang misterius, di permukaan batu-batu itu juga terlihat adanya ukiran-ukiran yang mengindikasikan bahwa formasi bebatuan ini dibuat oleh tangan-tangan manusia, bukan struktur yang tercipta oleh alam.

Masaaki Kimura, seorang ahli geologi kelautan dari Universitas Ryukyus telah mempelajari bangunan ini selama 15 tahun dan ia percaya bahwa situs ini mungkin telah berusia sekitar 5.000 tahun dan tenggelam karena gempa bumi yang terjadi sekitar 2.000 tahun yang lalu.

Para peneliti yang lain bahkan memperkirakan usia bangunan ini lebih tua, termasuk Teruaki Ishii, seorang profesor Geologi dari Universitas Tokyo yang memperkirakan bahwa bangunan itu tenggelam pada akhir Zaman es sekitar 10.000 tahun yang lalu (dua kali lebih tua dibanding piramida Mesir). Jika teori ini benar, berarti buku-buku sejarah kita mengenai usia peradaban Asia harus diubah.

Di dekat struktur piramida itu, ada sebuah bongkahan batu besar setinggi beberapa kaki yang terlihat seperti kepala manusia ditemukan bersama dengan beberapa ukiran hierogliph yang tidak dikenal.


The Japan Times melaporkan kisah dibawah ini bersamaan dengan penemuan bangunan ini :

"Dalam legenda masyarakat Okinawa, ada kisah tradisional mengenai sebuah kota para dewa yang disebut dengan Nirai Kanai, sebuah tanah yang jauh, tempat dimana kebahagiaan berasal"

Sayang, komunitas peneliti didunia tidak sepakat mengenai asal-usul bangunan itu. Richard Schoch, seorang profesor ilmu pengetahuan dan matematika dari Universitas Boston tidak menerima teori bahwa bangunan ini dibuat oleh manusia. Baginya, struktur raksasa tersebut tidak lain adalah formasi bebatuan yang terbentuk secara alami.

"Saya tidak yakin bahwa bahwa bangunan itu dibentuk oleh tangan manusia, menurut saya, semua itu terbentuk secara alamiah. Bangunan itu hanyalah sebuah geologi dasar dari stratigrafi batu pasir yang cenderung terbentuk menjadi ujung-ujung yang lurus, terutama di wilayah dimana banyak retakan dan aktivitas tektonik."

Ia membandingkan bangunan tersebut dengan formasi tebing yang terdapat didaratan yang dipercaya terbentuk secara alamiah.


Sebagai konsekuensi keraguan komunitas sains untuk menerima situs tersebut sebagai buatan manusia, reruntuhan itu hingga kini tidak diakui oleh pemerintah Jepang sebagai situs budaya yang penting.

Pada 5 April 1998, sebuah gempa bumi yang besar sekitar 7,7 skala Richter menghantam wilayah dimana Piramida itu berada. Apakah struktur itu mengalami kerusakan atau tidak, tidak ada yang mengetahuinya.


Pada tahun 1986, seorang penyelam dekat pulau Yonaguni Jima, dekat Okinawa, Jepang, menemukan sebuah struktur bangunan batu yang aneh 25 meter dibawah permukaan laut. Struktur bangunan yang membentuk tangga batu dengan jalur-jalur yang misterius itu dikenal dengan sebutan Piramida Yonaguni.



Salah satu struktur bangunan itu memiliki lebar 600 kaki dengan tinggi 90 kaki dan memiliki 5 tingkatan blok batu yang terpisah yang kelihatannya adalah sebuah jalan yang mengelilingi struktur itu. Bukan hanya bentuknya yang misterius, di permukaan batu-batu itu juga terlihat adanya ukiran-ukiran yang mengindikasikan bahwa formasi bebatuan ini dibuat oleh tangan-tangan manusia, bukan struktur yang tercipta oleh alam.

Masaaki Kimura, seorang ahli geologi kelautan dari Universitas Ryukyus telah mempelajari bangunan ini selama 15 tahun dan ia percaya bahwa situs ini mungkin telah berusia sekitar 5.000 tahun dan tenggelam karena gempa bumi yang terjadi sekitar 2.000 tahun yang lalu.

Para peneliti yang lain bahkan memperkirakan usia bangunan ini lebih tua, termasuk Teruaki Ishii, seorang profesor Geologi dari Universitas Tokyo yang memperkirakan bahwa bangunan itu tenggelam pada akhir Zaman es sekitar 10.000 tahun yang lalu (dua kali lebih tua dibanding piramida Mesir). Jika teori ini benar, berarti buku-buku sejarah kita mengenai usia peradaban Asia harus diubah.

Di dekat struktur piramida itu, ada sebuah bongkahan batu besar setinggi beberapa kaki yang terlihat seperti kepala manusia ditemukan bersama dengan beberapa ukiran hierogliph yang tidak dikenal.


The Japan Times melaporkan kisah dibawah ini bersamaan dengan penemuan bangunan ini :

"Dalam legenda masyarakat Okinawa, ada kisah tradisional mengenai sebuah kota para dewa yang disebut dengan Nirai Kanai, sebuah tanah yang jauh, tempat dimana kebahagiaan berasal"

Sayang, komunitas peneliti didunia tidak sepakat mengenai asal-usul bangunan itu. Richard Schoch, seorang profesor ilmu pengetahuan dan matematika dari Universitas Boston tidak menerima teori bahwa bangunan ini dibuat oleh manusia. Baginya, struktur raksasa tersebut tidak lain adalah formasi bebatuan yang terbentuk secara alami.

"Saya tidak yakin bahwa bahwa bangunan itu dibentuk oleh tangan manusia, menurut saya, semua itu terbentuk secara alamiah. Bangunan itu hanyalah sebuah geologi dasar dari stratigrafi batu pasir yang cenderung terbentuk menjadi ujung-ujung yang lurus, terutama di wilayah dimana banyak retakan dan aktivitas tektonik."

Ia membandingkan bangunan tersebut dengan formasi tebing yang terdapat didaratan yang dipercaya terbentuk secara alamiah.


Sebagai konsekuensi keraguan komunitas sains untuk menerima situs tersebut sebagai buatan manusia, reruntuhan itu hingga kini tidak diakui oleh pemerintah Jepang sebagai situs budaya yang penting.

Pada 5 April 1998, sebuah gempa bumi yang besar sekitar 7,7 skala Richter menghantam wilayah dimana Piramida itu berada. Apakah struktur itu mengalami kerusakan atau tidak, tidak ada yang mengetahuinya.
Subscribe to RSS Feed Follow me on Twitter!