Selasa, 11 Maret 2014

Kau memang jauh.
Begitu jauh hingga aku tak dapat sedikitpun memandang atau menyentuhmu.
Sekalipun, belum pernah aku mendapatimu dalam wujud nyata..

Selain sebingkai gambar dirimu yang bertengger abadi disudut kamar, tak ada lagi yang kupunya. Setiap kali aku berada disana,aku tersiksa karena mataku tak pernah ingin melepas pandangnya dari fotomu.

Namun selama apapun mataku memandang, foto itu tak pernah tersenyum padaku, 
tak pernah balik memandangku, dan kau... kau terlihat angkuh seakan kau pemenangnya.
Sementara aku si pecundang yang pemimpi.

Baiklah, aku pecundang.
Bertahun-tahun memimpikanmu, namun tak pernah mendapatkan satu tatapanpun darimu.
Biarlah.. siapa yang tau saat ku tertidur, diam2 kamu memperhatikan ku dengan tatapan rindu. 

Ah...lihat..lagi-lagi aku bermimpi..

***

0 comments:

Posting Komentar

Feel Free to Comment this post

Subscribe to RSS Feed Follow me on Twitter!